Kisah Kasih Duniamu

"…apalah arti sebuah kisah bila tidak ada kasih di dalamnya…"

Nadia, dua tahun yang lalu

Sebuah pesan masuk di handphoneku. Hei Rustam, ini Nadia, aku sedang di Jogja, ketemuan ya, begitu bunyi pesan tersebut, pengirimnya Nadia Cristova. “Wow !”, gumamku, bagaimana tidak, Nadia Cristova adalah gadis tercantik dikelasku dulu. Dengan tinggi 167 cm dan berat 45 kg bentuk tubuhnya begitu aduhai dengan lekuk tubuh yang indah. Aku saja meneguk ludah membayangkannya. “wow..wow.. Nadia ada di Jogja !” pekikku, “dan ia ngajak ketemu ! mantap ! mimpi apa kau semalam Rustam ?!”, kataku didepan cermin sambil memegang dagu. Hampir lupa ku balas sms-nya, “boleh.., Nadia menginap dimana ? nanti aku jemput”, begitu jawaban yang kukirim. Lama sekali rasanya menunggu balasan dari Nadia. Untunglah akhirnya, “ kita ketemu di foodcourdt Ambarukmo saja Tam “.

Semua murid dikelas III IPA 1 tahu siapa Nadia. Mereka semua sering mencari-cari alasan agar dapat mengobrol dengannya. Kulit putih, rambut panjang dan tubuh harum semerbak membuat laki-laki dikelasku bermimpi yang sama dimalam minggu. Satu persatu secara bergantian mereka menyatakan cintanya pada Nadia di malam minggu, dan tidak satupun yang diterima. Jawabannya selalu klasik, “ aku sudah menganggapmu teman baik, jangan marah ya..?” begitu selalu pintanya agar para lelaki itu tidak ada yang tersinggung. Dan semua laki-laki yang mendengarnya tak dapat menolak selain menerima permintaan Nadia. Jadilah selama kelas 3 kami bertanya-tanya siapakah pria yang dinantikan Nadia. Baca lebih lanjut

23 Mei 2011 Posted by | Cerita, Percintaan | Tinggalkan komentar

mawar biru Untuk Novia

UDARA seperti membeku di Adelweis Room, sebuah kamar rawat inap, di RS Fatmawati, Jakarta Selatan. Dan, di tempat tidur yang serba putih, Novia terbaring beku dalam waktu yang juga membeku. Ia tidak berani menghitung lagi berapa kali jarum jam di ruangan itu melewati angka dua belas, makin mendekati ajal yang bakal menjemputnya.

Dokter telah memprediksi usianya tinggal sekitar sebulan karena leukimia yang akut, dan satu-satunya yang ia tunggu dari kekasihnya adalah sekuntum mawar biru. Ya, mawar biru. Bukan mawar merah atau putih. Dan, hanya sekuntum, bukan seikat atau sekeranjang.

Tapi, adakah mawar berwarna biru? Sang kekasih, Norhuda, sebenarnya tidak yakin. Yang pernah ia lihat adalah mawar merah, putih, atau kuning. Ketiganya tumbuh dan berbunga lebat di halaman rumahnya. Tapi, mawar biru? Ia tidak yakin. Bunga berwarna biru yang pernah ia lihat hanya anggrek bulan dan anyelir. Itupun bukan persis biru, tapi keunguan.

“Apa kau yakin ada mawar berwarna biru, Sayang?” Baca lebih lanjut

23 Mei 2011 Posted by | Cerita, Percintaan | Tinggalkan komentar

hilang akar

Aku tertegun
Ku lihat pintu kamarku terbuka, tentu ada tamu pikirku. Kunci kamarku memang selalu ku tinggal di atas pintu dan hanya orang-orang tertentu yang mengetahui kebiasaanku tersebut.

Hening
Tak terdengar aktifitas yang dikerjakan. Aku menebak-nebak siapa gerangan yang sudah mengkudeta kamarku. Sayup-sayup terdengar suara gemercik air dari kamar mandi. Aku duduk menanti tamuku. Lucu, biasanya orang menunggu tamu yang datang dari luar dan bukan dari kamar mandi. Tempat tidurku kusut, tentu tamuku sudah sempat tertidur pula pikirku.

Jam di dinding sudah menunjukan pukul 19.15 WIB. Sudah malam rupanya, kelelahan mulai menyergapku. Mengerjakan aktifitas dengan memburu dosen bukanlah pekerjaan berat, tapi menunggu cukup melelahkan psikologis. Walaupun aktifitas sebenarnya hanya duduk tapi keletihan selalu menerpa setelah lama menunggu dosen untuk bimbingan. Dan itu semua menjadi rutinitasku sekarang, karena skripsi yang sudah lama kutelantarkan ini telah menjadi tuntutan dari kampus maupun kampung. Pertanyaan kapan menamatkan studi akhir-akhir ini makin rutin ditanyakan orangtuaku dan itu mulai mengusik responsibility-ku pada orangtua yang telah membiayai selama ini. Bayangan wajah bapak dan ibu sekilas terbayang dimataku.
“Kreea..K”, suara pintu kamar mandi bergeser.
“Oh maaf, sudah pulang rupanya, maaf aku menumpang mandi”, suara terkejut itu memandangku sambil tersenyum. Senyum manis Fatimah Kusler. “aku sudah menunggu dari jam dua, maaf aku langsung masuk dan tadi sempat tertidur pula” katanya sambil melirik kasurku yang kusut. Aku tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala, Fatimah.. Fatimah ujar batinku. Memang aku pernah mengatakan padanya dimana tempat aku menyimpan kunci, biasanya ia hanya mengunakan untuk istirahat sambil menunggu perkuliahan berikutnya. Baca lebih lanjut

23 Mei 2011 Posted by | Cerita, Percintaan, Persahabatan | | Tinggalkan komentar

percintaan kepompong

Setiap melihat kepompong di daun palem di teras rumahku aku selalu ingat
kata-kata kekasihku: kita, kau dan aku, adalah kepompong, yang menunggu waktu untuk lepas dari bungkusnya dan terbang menjadi kupu-kupu, belalang, atau mungkin burung jiwa.
“Aku lebih suka kupu-kupu. Dengan sayap-sayap bercahaya kita akan terbang ke langit,” ujar kekasihku, penuh imajinasi..
Tetapi, aku merasa terlalu lama jiwaku tidur di dalam kepompong itu, entah berapa abad. Namun, kekasihku yakin, makin lama kita bersemayam di dalamnya, akan makin matanglah jiwa kita, dan makin perkasa pula raga kita. “Kalau kau jadi kupu-kupu, kau akan jadi kupu-kupu yang kuat. Kalau kau jadi belalang, akan jadi belalang yang perkasa,” katanya.
Tapi, bagaimana kalau kita tidak menjadi apa-apa, atau bahkan mati di dalam kepompong itu, karena tidak punya kekuatan lagi untuk melepaskan diri dari kungkungan derita. “Ah tidak. Kita sedang berproses,” katanya. “Kita harus jalani proses itu untuk menjadi.”
Untuk menjadi? Menjadi apa? Aku tidak tahu jawabannya, sebab aku tidak punya cita-cita. Aku ingin hidup mengalir saja bagai air, berembus bagai angin, menyebar bagai pasir, meresap bagai garam, menyusup bagai rumput-rumput jiwa.
Tetapi, seperti kata kekasihku, aku jalani juga hidupku sebagai proses proses untuk menjadi. Aku jalani hari-hari manis, juga hari-hari pahit, bersama orang-orang yang bersentuhan denganku, bersama jiwa-jiwa yang bersedia berbagi. Kuliah, pacaran, bekerja, membangun karier, bertahun-tahun, berabad-abad, sampai serasa lumutan. Baca lebih lanjut

23 Mei 2011 Posted by | Cerita, Keluarga, Percintaan | Tinggalkan komentar

ketika kau tidak peduli

” Mas, apa kamu benar benar sayang sama aku?”
” Mengapa kau bertanya seperti itu?tentu saja aku sayang sama kamu”
” Tapi aku ragu,”
” Apa yang kamu ragukan dek?”
Aku terdiam, tangan lembutnya menggenggam tanganku. Tatapan matanya yang tajam membuatku tak bisa menahan air mata, aku kangen tatapan itu, tatapan saat pertama kali kau menyatakan cinta padaku.
” Adek, gak percaya sama mas?”
” Bukan itu, tapi…”
” Tapi apa?”
” Tapi mas selalu cuek sama aku, mas gak pernah memikirkan aku, mas ga peduli dengan aku, gak peduli dengan semua yang aku lakukan, bahkan mas gak pernah cemburu saat aku mengatakan akan pergi dengan cowok lain, apa itu yang namanya sayang? mas sudah berubah, gak seperti dulu lagi !!” Baca lebih lanjut

17 April 2011 Posted by | Cerita, Percintaan | Tinggalkan komentar

indahnya masa kecil

Malam yang sunyi dengan angin yang dingin seraya menemani dua anak kecil berusia 6 tahunan yang sedang menikmati keindahan bintang.

“Kinan, kalo udah gede mau jadi apa?” Feri bertanya sambil menatap Kinan.

“Kalo aku mau jadi pilot!”

“Yang jadi pilot itu kan laki-laki, kamu kan perempuan! Mending kamu jadi perawat aja deh! Jadi perawat nenekku.”

“Aku maunya jadi pilot! Aku nggak mau jadi perawatnya nenek kamu!” Kinan memonyongkan bibirnya ke depan, “Emangnya kamu mau jadi apa?”

“Aku mau jadi orang yang berguna di dunia ini. Bisa nyenengin Mamah, Papah, Nenek, kamu pasti besok juga bangga punya temen kayak aku.” Baca lebih lanjut

17 April 2011 Posted by | Cerita, Percintaan, Persahabatan | 1 Komentar

cerita cinta

Kisah ini menggambarkan kisah perjalanan anak manusia yang nyata dan saya beri sedikit puisi dari karya terkenal. Dan menjadi sebuah cerita,yang saya beri judul “ADA PELANGI SAAT BADAI” semoga berkenan.

AWAL MULA KITA SELALU MENCARI ARTI CINTA YANG SEBENARNYA.TAK DAPAT DIPUNGKIRI BAHWA SEMUA MANUSIA PASTI AKAN MENCARI ARTI DARI CINTA TERSEBUT. BANYAK YANG MENGALAMI ATAUPUN MENGENAL APA ITU “CINTA” SEPERTI DARI KARYA KAHLIL GIBRAN :
1.“CINTA YANG SEBENARNYA ADALAH KETIKA KAMU MENITIKAN AIRMATA DAN MASIH PEDULI TERHADAPNYA, DAN KETIKA DIA TIDAK MEMPEDULIKANMU KAMU MASIH MENUNGGUNYA DENGAN SETIA” YAH SEPERTI ITULAH CINTA.
2.”CINTA SEJATI TAKKAN PERNAH MEMINTA APAPUN, IA HANYA TAU ARTI MEMBER DENGAN KETULUSANNYA. IA TAKKAN PERNAH MEMINTA DIRANGKUL KARENA CINTANYA AKAN SELALU MERANGKUL JIWANYA.
____________________________________________________________________________________________

“Cinta” banyak yang bilang bahwa cinta itu indah dan cinta itu Anugrah. Yah itu memang ada benarnya. Namun “Cinta” juga bisa membuat manusia menjadi gila, membuat sedih menjadi bahagia, membuat hati yang keras menjadi lembut, begitupun sebaliknya. Liku-liku dalam kehidupan Cinta sangat banyak disukai, dicari, oleh manusia di dunia ini. Baca lebih lanjut

28 Februari 2011 Posted by | Cerita, Percintaan | Tinggalkan komentar

aku akan selalu mencintai kamu

“Kamu ko cantik banget sih…” kata-kata itulah yang pertama kali muncul pada comment foto profil yang baru saja ku upload… Robby, nama di samping komentar itu. senior di SMU ku itu berpostur tinggi, kulit coklat, mata yang bijak, cukuplah untuk manjadikannya sebagai salah seorang selebriti di sekolah. yang jelas banyak teman-temanku yang mengidolakan sosok yang satu ini. Sedangkan aku ???

Aku sudah punya seseorang yang aku idolakan. Revan namanya. walaupun tidak begitu jelas kapan kita jadian, tapi hubungan yang kita punya ini spesial. Revan adalah tipe cowo yang kalau dilihat sekilas ngga ada yang menarik, tampangnya selalu acak-acakan, ditambah penampilannya yang tampak seperti orang yang belum mandi menutupi wajahnya yang sebenarnya cakep (ini bukan pembenaran yah..) tapi serius… kalau saja dia mau menuruti apa yang aku suruh.. seperti … mmm… mandi dua kali sehari… terus… ah sisiran… terus… pakai baju yang bersih… mungkin semua orang akan sadar kalau dia itu cakep… tapi ya sudahlah.. yang penting aku bisa menikmati perhatian dari senior + pacarku yang the one and only ini. mungkin orang bilang ini cinta monyet… tapi aku bener-bener menyayangi Revan… aku sendiri ngga tau kenapa… yang jelas, Baca lebih lanjut

28 Februari 2011 Posted by | Cerita, Percintaan, Percintaan, Pribadi, Renungan | 1 Komentar

kisah cinta penderita HIV/AIDS

Betapa hancurnya hari ini!!! Matahari terasa gelap, langit mendung sama seperti jiwa yang sedang aku rasakan. Tuhan memberikan cobaan terberat dalam hidupku ketika aku dinyatakan positif mengidap penyakit HIV/AIDS. Dokter mengatakan aku tertular HIV/AIDS mungkin dari minuman yang telah aku minum bersamaan dengan seorang temanku yang terkena penyakit mematikan itu dan kini temanku itu telah tiada seminggu yang lalu karena penyakitnya yang sudah menyebar dalam tubuhnya. Aku tak tahu harus berbuat apa, tak ada lagi pikiran untuk melangkah ke depan.

Dari hasil pemeriksaan, Virus tersebut sudah menyerang ke dalam tubuh dengan cepat dan aku dinyatakan akan bertahan hidup selama 6 bulan lagi. Berhari-hari aku mengunci diri di kamar untuk menenangkan diri dari kenyataan ini. Hubungan yang aku jalin selama 5 tahun bersama kekasihku, Ratu kandas setelah mengetahui bahwa aku telah terkena penyakit HIV/AIDS. Lengkap sudah penderitaanku!! Sebulan lamanya aku berdiam diri di rumah, hanya ibuku yang selalu memberiku motivasi untuk tidak menyerah dalam hidup ini. Ibu mengatakan bahwa tak ada yang mustahil di dunia ini, meski penyakitku tak dapat disembuhkan namun jika Tuhan berkehendak lain, keajaiban akan datang menyembuhkan penyakitku ini. Baca lebih lanjut

28 Februari 2011 Posted by | Cerita, Keluarga, Percintaan, Pribadi, Renungan | 6 Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.