Kisah Kasih Duniamu

"…apalah arti sebuah kisah bila tidak ada kasih di dalamnya…"

perbuatan baik menyelamatkan anaknya

Pada suatu larut malam, aku melewati sebuah jalan remang2, ketika mendadak terdengar jeritan2 tertahan dari balik segerombolan semak. Aku berhenti dengan terkejut dan memasang telinga. Rasa panikku timbul ketika menyadari bahwa yang kudengar itu adalah suara orang yang sedang bergumul: geraman berat, gerakan meronta yang panik, dan bunyi pakaian yang dirobek. Seorang
wanita sedang diserang, hanya beberapa meter dari tempatku berdiri.

Mestikah aku melibatkan diri? Aku takut memikirkan keselamatanku sendiri. Dalam hati aku meyumpah2, kenapa memilih rute lain untuk pulang kali ini. Bagaimana kalau aku menjadi korban? Apakah sebaiknya aku mencari telepon terdekat dan menghubungi polisi?

Meski kelihatannya sangat lama, pergulatan batinku sebenarnya hanya berlangsung beberapa detik, tapi teriakan2 wanita itu sudah semakin lemah. Aku tahu aku mesti bertindak cepat. Bagaimana mungkin aku pergi begitu saja? Tidak. Akhirnya aku membulatkan tekad. Aku tak bisa begitu saja meninggalkan wanita tak dikenal ini, meski itu berarti aku mempertaruhkan hidupku sendiri.

Aku bukan laki2 pemberani, juga tidak atletis. Entah darimana aku memperoleh semangat dan kekuatan fisik itu – tapi begitu aku membulatkan tekad untuk membantu wanita tersebut, mendadak aku merasakan perubahan. Aku lari ke balik semak2 itu dan menarik si penyerang dari atas tubuh si wanita. Kami berguling2 di tanah dan bergumul selama beberapa menit, sampai kemudian si penyerang melompat bangkit dan melerikan diri. Sambil terengah-engah aku berdiri dan mendekati si wanita yang bersembunyi di balik pohon sambil menangis. Dalam kegelapan, aku hampir2 tak bisa melihat sosoknya, tapi aku bisa merasakan syok yang dialaminya.

Karena tak ingin membuat ia semakin ketakutan, semula aku hanya berbicara dari jauh padanya. “tak apa,” kataku, berusaha menenangkannya. “Orang itu sudah pergi. kau aman sekarang.”

Lama suasana hening, kemudian kudengar wanita itu berkata dengan terheran2 dan tak percaya,
“Dad, kaukah itu?” Lalu dari balik pohon itu melangkah putri bungsuku, Katherine

catatan:
Banyak orang takut kalau2 perbuatan baik yang mereka lakukan justru membawa bencana. Bukankah sering kita mendengar pepatah sinis ini: “Perbuatan baik akan membawa celaka” Namun kisah di atas merupakan contoh jelas bahwa yang terjadi sering kali berlawanan sepenuhnya. Dengan memutuskan untuk mempertaruhkan hidupnya demi seorang wanita tak dikenal, si ayah akhirnya malah menyelamatkan putrinya sendiri. Dan dalam tekadnya untuk menolong sesama, si ayah mendadak memperoleh kekuatan dan semangat yang menakjubkan. Dalam keadaan biasa, ia takkan sanggup mengumpulkan kekuatan fisik untuk melawan si pemerkosa. Tapi karena tekadnya yang begitu besar, ia bisa menarik kekuatan entah darimana. Kita mempunyai berbagai kemampuan yang tidak kita sadari. Karena bertekad untuk berbuat baik pada sesamanya, pria ini jadi melakukan hal yang luar biasa bagi dirinya sendiri!

(Taken from Small Miracles by Yitta Halberstam & Judith Leventhal)

Share/Bookmark

28 Juli 2010 - Posted by | Cerita, Keluarga, Kisah Nyata | , ,

1 Komentar »

  1. Good

    Komentar oleh eko | 15 Agustus 2011 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: