Kisah Kasih Duniamu

"…apalah arti sebuah kisah bila tidak ada kasih di dalamnya…"

lagu untuk ulan

Kalau nanti aku tak datang.. kau tidurlah lebih dulu, itu tandanya aku masih ada kesibukan. Semoga besok aku pulang lebih awal. Nanti kita akan menghabiskan waktu bersama. Kau tentu suka bermain di danau durga. Airnya jernih kebiru-biruan, mungkin banyak ganggang didasarnya atau juga bayangan langit yang terpantul sempurna, aku tak tahu pasti, (maafkan aku yang tak bisa memberikan kepastian). Di sekitarnya tumbuh rumput hijau yang membentang luas, kau tentu suka berlari-lari di atasnya, ya aku yakin kau pasti suka. Saat kau bermain aku akan menyiapkan makanan dan minuman agar ketika kau lelah kau tau kemana harus menyadarkan dirimu. Kau suka burung ? di sana juga banyak Burung-burung berkeliaran, kicaunya ramai namun tak memekakan telinga. Indah sekali di sana, aku yakin orang akan berpendapat sama dengan ku. Tapi tenang saja tak banyak orang tau tentang danau durga, sehingga kau tak perlu risau berbagi danau dengan yang lain. aku akan menjaga danau itu dari segala gangguan. Hari itu hanya untuk kamu.

Kalau tak suka danau durga, aku juga punya klimasan, gunung hijau yang puncaknya menembus awan. Kalau cuaca bersih, dari puncaknya kita bisa melihat setengah dunia, hanya setengah sayang.. karena setengahnya lagi dalam kegelapan malam (maafkan aku yang hanya bisa memberikan setengah). Namun ia tetap indah. Sungai bagai sang naga yang berlomba lari mencapai laut dan gunung-gunung bersorai-sorai menyemangatinya. Sesekali kau bisa menjadi wasit dengan menaiki angin dan terbang melihat naga mana yang mencapai garis finis lebih dulu. Klimasan sangat dingin sayang.. hawanya bisa minus 10 derajat celcius. Hamparan salju menjadi teman dalam kebersamaan kita. Kalau kita bicara, dari mulut keluar udara dingin, persis seperti asap rokokku, jadi kau bisa menjawab rasa penasaranmu seperti apa kenikmatanku merokok.

Aku yakin gigimu akan bergemeletukan. Tapi tenang saja di sana aku punya pondok yang menyediakan baju-baju hangat dan selimut-selimut tebal. Ruang tengahnya ada perapian, kita bisa menghangatkan tubuh sambil menjerang teh atau coklat. Tidak dengan menyeduh atau mencampur tapi langsung kita satukan ketika dijerang, kau pasti belum pernah mencobanya, rasanya begitu lekat dan menyetrum saraf-saraf yang kaku. Nanti kita bisa mengobrol sambil minum coklat. Kau boleh cerita apa saja. Tentang teman lelakimu yang sering mengganggu (tenang sayang ia hanya mencari perhatianmu), ke-iri-an teman wanitamu, kesibukanmu bermain atau hanya sekedar bercerita tentang mimpi-mimpimu. Aku akan mendengarnya, mendengar sampai kau lelah bercerita. Jika kau lelah duduk, kau bisa bercerita sambil menyender di bahuku. Bahuku tak nyaman, banyak tulang bertonjolan di sana, tapi bahu itu selalu siap untuk kamu.

Atau kau ingin mendengar ceritaku..? boleh, duduklah senyaman mungkin, aku akan bercerita tentang perjalananku mencari glusara, gurun yang sangat luas dan panas, aku harus mengaduk pasir-pasir disana, memerasnya, hingga keluar keringat pasir itu, keringat itulah yang ku minum hingga aku bertahan hidup. Tentu kau bingung untuk apa aku ke sana ? ya tentu kau tak menyangka jika aku mencari tetra amerta, air suci yang dapat membalikkan waktu. Dengan meminum tetra amerta kita bisa kembali ke masa lalu dan merubah jalan hidup sesuai apa yang kita mau.

Air suci itu ku persiapkan untukmu. Tapi kuharap kau tak pernah meminumnya, karena dengan mengganti masa lalu berarti kau merubah masa depan. Perubahan itu mungkin terjadi juga pada kita. Mungkin kau akan tertidur sebelum selesai mendengar ceritaku. Tak apa.. aku akan menyelimutimu. Menjagamu kalau-kalau mimpi buruk datang mengganggu. Aku tak kan tertidur sampai kau terlelap. Aku akan menyibukan diri dengan rokok, coklat dan buku.

Esoknya kalau masih ada waktu, kita akan ke Zolovi, tau kah kau apa itu Zolovi ? ia adalah pantai yang sangat luas dengan pasir yang berwarna warni. Bermain pasir di sana tentu sangat menyenangkan. Ombaknya sedang dan lautnya dangkal. Kau bisa berenang disana, tak usah kuatir aku telah menyediakan 2 ekor lumba-lumba untuk berjaga-jaga kalau-kalau dirimu terbawa ombak. Aku tak bisa mengajarimu berenang, jadi kuwakilkan itu dengan lumba-lumba (maafkan aku yang tak bisa memberimu pelajaran hidup). Aku sudah membayangkan dirimu tertawa-tawa, memekik, mengaduh, memekik lagi dan tertawa lagi, belajar berenang dengan lumba-lumba. Aku akan melihatmu dari pinggir pantai, sambil sesekali berteriak hati-hati dan tertawa jika kau terjatuh. Ha…ha..ha… pasti kau sangat lucu saat itu. Jika kau lelah berenang.. aku akan menyuruh poleng mengambil kelapa muda. Oh iya tentu kau belum kenal poleng, ia ku temukan ketika membalik zolovi. Dulu pantai ini terletak di atas bumi, ketika berhasil ku balikan ke bumi aku menamakannya Zolovi, sedangkan orang-orang silam menyebutnya sebagai laut tumpah. Pada saat zolovi ku balik, poleng jatuh dari langit, jalannya oleng mungkin kepalanya terhempas lebih dahulu, ia melangkah sempoyongan sambil menggelus-elus kepala. Aku tertawa terbahak-bahak melihatnya. Ku obati dia dan sejak itu kami berteman. Ia ku beri nama poleng karena itulah yang bisa kuingat dari dirinya. Ia pandai memanjat pohon kelapa. Ia memiliki keterampilan itu karena bangsanya memang ditakdirkan menguasai pohon-pohon dimuka bumi. Namun orang-orang silam sering menyebut poleng sebagai berug. Setelah kulihat-lihat, poleng memang jenis yang berbeda dari manusia. Nanti polenglah yang menyiapkan kelapa muda untuk kita. Setelah lelah berenang tentu kau akan kembali segar meminumnya.

Lalu kita akan berjalan menyusuri pantai sambil mencari kerang-kerang yang banyak terhampar. Poleng kita tinggal untuk menyiapkan makan siang, pastinya makanan laut adalah ikan bakar yang segar. Poleng pandai memancing ikan dengan ekornya, nanti ia akan meringis-ringis ketika ada ikan menggigit ekornya. Jangan tertawakan nanti ia malu. Banyak sekali kerang-kerang bagus di zolovi, tak ada bandingannya, karena zolovi berasal dari atas bumi. Kau bisa membuatnya menjadi kalung, nanti ketika diterpa matahari kilaunya akan berwarna-warni kau akan merasa seperti putri laut. Kalau kita beruntung kita akan menemukan gataya, kerang yang berbentuk terompet. Ketika ditiup suaranya berat namun berlahan-lahan berubah menjadi nyaring.

Suara gataya akan membuat seluruh makhluk menjadi terpesona. hingga dalam beberapa detik kau akan melihat waktu di zolovi berhenti. Ombak tertahan di udara, burung-burung terhenti terbang, binatang-binatang terkaku, angin terdiam, dan poleng terpatung dengan muka meringis karena ekornya digigit ikan. Zolovi menjadi hening beberapa saat sehingga tinggal kita berdua yang ada. Lalu secara tiba-tiba ombak terjatuh dengan suara mengelegar, burung terbang berkicau, binatang-binatang bersahut-sahutan, dan poleng berteriak-teriak kesakitan.

Kau boleh mengumpulkan sebanyak mungkin kerang untuk kau bawa pulang. Nanti bisa kau bagi-bagikan untuk teman-temanmu. Berjalanlah di pantai zolovi sampai kau lelah. Aku akan menemanimu. Tak usah khawatir jika kakimu lelah aku akan menggendongmu. Badanku tak sekuat orang-orang, namun aku akan terus menggendongmu sampai aku tak sanggup lagi. Ketika siang menjelang perutmu pasti sudah lapar. Poleng tentu sudah menyiapkan makanan untuk kita. Kita harus memberikan porsi yang besar untuknya. Kasihan badannya pasti sakit-sakit ketika memancing tadi. Ikan bakar Zolovi sangat enak. Bumbunya tentu diambil poleng dari buah zarkhobil yang penuh rasa. Kau akan tertegun sejenak ketika ia melewati tenggorakanmu. Tak usah heran aku juga dulu begitu. Ikan-ikan di sini memang berasal dari atas bumi. Kau boleh makan sepuasmu tapi tak boleh dari 3 ekor, nanti badanmu gemuk. Kau tentu tak suka jika badanmu memelar. Setelah makan kau boleh tidur siang. Aku telah menyiapkan tempat tidur jaring yang ku ikat diantara pohon berzoni. Berbantal jerami wiszhar kau akan terlelap. Angin laut akan membuatmu terbang. Mengibarkan rambut dan membersihkan pasir-pasir ditubuhmu. Angin zolovi akan membelai wajahmu, sesuatu yang kau rindukan.

Tempat-tempat itulah yang akan kita kunjungi. Kau boleh pilih salah satu. Atau kita datangi semuanya. Nanti ku bawa Sembrani agar kita cepat sampai. Tak usah risau. Kau tak akan membolos sekolah. Nanti penantianmu akan terbayar. Jadi tidurlah malam ini. Tak usah menungguku. Aku membawa kunci duplikat, agar ketika pulang aku tidak membangunkanmu. Tenanglah aku akan ke kamarmu, membetulkan selimut, memasang racun nyamuk elektrik, mematikan lampu, dan mencium keningmu. Di telingamu akan ku bisikkan “ mimpi indah nak.. Ayah sayang Ulan”.

Bengkulu
cerpen ini pernah dimuat di Harian Jogja

23 Mei 2011 - Posted by | Cerita, Keluarga

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: